Perilaku Pejabat Terkait Pencalonan Jabatan Ketum KONI Kota Dumai Menyedot Perhatian Publik

Wali Kota H. Paisal Harus Bertindak Karena Jajaraannya Dituding Telah Melakukan Blunder

Keterangan gambar : Zainal Arifin saat mengikuti RDP di Gedung DPRD Kota Dumai

DUMAI (MR) - Bursa Perebutan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai semakin memanas. Perang dukungan terhadap para bakal calon (balon) berseliweran di media cetak dan platform media online. Banyak tokoh atau pihak berbicara memuji untuk keunggulan balon yang mereka dukung. Sesuai dengan interpretasinya masing-masing tentunya dengan tujuan agar mendapat simpati dan dukungan dari banyak pihak.

Persoalan dukung-mendukung dalam suatu pemilihan, termasuk untuk mencari Ketum KONI Kota Dumai adalah sesuatu yang wajar dan lumrah. Bahkan termasuk dalam proses demokrasi yang memang diatur dalam perundang-undangan. Siapapun terpilih kelak diharapkan dapat mendongkrak prestasi olahraga di Kota Dumai. Namun kali ini ada yang menarik perhatian, yaitu upaya mencari dukungan diduga melibatkan para pemangku kebijakan atau pejabat publik.

Sebagaimana diberitakan dalam beberapa hari terakhir jelang penutupan pengembalian berkas  balon. Media online (Thekingbingal.com) merilis tulisan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai disebut-sebut mengarahkan dukungan kepada balon tertentu. Dengan judul, "Dugaan Intervensi Warnai Bursa Ketum KONI Dumai, Ketua Harian KONI: Jangan Campur adukkan Olahraga dengan Politik". Sontak saja pemberitaan tersebut menjadi bahan pembicaraan di tengah-tengah masyarakat. 

Banyak pihak menangapinya, dan menjadi bola liar yang terus mengelinding. Sayangnya pihak yang dituding Fahmi Rizal, S.STP, M.Si selaku Sekda sepertinya sampai saat ini belum memberikan klarifikasi resmi. 

Belum reda dan sedang hangat-hangatnya diberitakan sebagaimana dikulik diatas. Menyusul pula berita anyar oleh salah satu media online tempatan. Kali ini sosok menjadi sorotan adalah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai, Agus Gunawan, S.Sos. Pada rilisan berita Hallodumai.com berjudul, "Kadispora Dumai Diduga Intervensi Pengurus Cabor dalam Pemilihan Ketua KONI". 

Agus Gunawan, S.Sos dinarasikan mengajak beberapa pengurus cabang olahraga (cabor) untuk mendukung salah satu candidat. Benar atau tidaknya tindak-tanduk pejabat teras Kota Dumai tersebut terkait proses pemilihan Ketum KONI Kota Dumai tentunya layak dipertanyakan dan menjadi perhatian. 

Suka atau tidak berita-berita itu telah menimbulkan kegaduhan, dan semestinya Walikota Dumai, H. Paisal memberikan perhatian serius. Dengan memanggil kedua pembantunya dalam pemerintahan itu untuk mengklarifikasi kebenarannya. Sangat tidak elok jika pejabat publik dan karena jabatannya berperan aktif dalam pemilihan Ketum KONI. Apalagi dengan mengajak atau bahkan diduga mengintervensi dalam pemilihan Ketum KONI. Sebagai bentuk sebuah arogansi oleh pejabat, semestinya perbuatan tersebut dihindari. 

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu Jurnalis Senior Kota Dumai, Zainal Arifin. Ketika dimintai tanggapannya oleh awak media terkait kehebohan yang sedang terjadi. 

"Pertama-tama perlu saya sampaikan bahwa statement ini adalah pandangan pribadi dan tidak mewakili pihak manapun, itu dulu yang perlu diluruskan agar jangan menjadi polemik pula dikemudian hari, apalagi sampai dipelintir ucapan saya ini," ujarnya mengawali percakapan.

"Menyikapi hangatnya pemberitaan bahwa disebut-sebut ada dua pejabat teras Kota Dumai mengarahkan pengurus cabor untuk mendukung salah satu kandidat tentu sangat disayangkan, terlebih katanya pengurus cabor-cabor tersebut berlatarbelakang Aparatur Sipil Negara (ASN), meskipun sebenarnya tidak ada larangan, namun harapan kita seeloknya para pejabat tersebut lebih baik bersikap netral, jikapun mendukung salah satunya sebaiknya dibelakang layar saja, jangan tonjolkan agresivitas apalagi terkesan ada unsur penekanan, karena pengurus cabor yang diminta secara kepangkatan berada dibawahnya, janganlah ada unsur politisasi rusak nanti dunia keolahragaan di Kota Dumai ini, dan jika tudingan itu benar-benar terjadi sudah sangat kelewatan, oleh karena itu harapannya Bapak Wali Kota jangan berdiam diri saja, panggil nama-nama bawahan yang sedang ramai di pergunjingkan dan suruh jelaskan ke publik jangan dibiarkan bergulir terus," sambungnya dalam percakapan pada salah satu kedai kopi di sekitaran Pasar Pulau Payung, Kamis (20/8/2026) siang.

Prihatin jika dunia olahraga diseret-seret keranah politik dan tentunya kesan yang ditimbulkan menjadi kurang baik. Padahal jabatan Ketum KONI lebih pada pengabdian semata dibidang olahragaan bukan jabatan politis. 

"Sulit diterima secara akal sehat apabila pemilihan Ketum KONI dipolitisasi, dan terlebih ada tindakan tidak fair yang terjadi, tentunya menimbulkan kesan negatif padahal dalam dunia olahraga sportifitas paling utama dan disitu point pentingnya, klarifikasi langsung dari yang bersangkutan semestinya dilakukan jika tidak jangan salahkan publik menilai bahwa benar-benar terjadi apa yang diberitakan oleh media online bersangkutan, dan ketegasan Bapak H. Paisal ditunggu untuk turun tangan langsung menyudahinya, jika tidak image Wali Kota Dumai bisa terjejas akibat perilaku bawahan yang melampaui kewenangannya (Abuse of power)," jelasnya lagi.

"Selain dua pejabat yang disorot tadi, bermunculan pula sosok-sosok lain yang selama ini tidak pernah terdengar sepak terjangnya di pentas keolahragaan, ikut berkomentar dengan segala macam narasi dan merasa paling peduli dengan dunia olahraga di Dumai, bahkan terkadang yang dibahas bukan substansial dari pemilihan Ketum KONI tetapi hal-hal sepele lainnya, menjadi orang yang super sibuk dan merasa paling penting, dan berlagak pakar padahal paham kok backgroundnya gimana!, kemunculan orang-orang seperti itu harap dimaklumi biasalah dalam sebuah moment ibarat pepatah "Ada udang dibalik batu", semestinya jika mendukung salah satu kandidat santai saja tonjolkan visi misinya jangan grasa-grusu dan seperti orang panik terlebih jika menyerang calon yang bukan dj dukung, nanti blunder pula seperti para pejabat yang viral diberitakan". urai sembari tertawa menyikapi fenomena yang terjadi, dan tidak merinci jelas siapa sosok-sosok dimaksud. 

Perlu juga diberitahukan, sampai batas waktu penutupan penyerahan berkas balon Ketum KONI Kota Dumai kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Hanya ada dua kandidat yaitu, Abdul Kadir Jailani (AKJ) dan satunya lagi, Johanes Tetelepta (Aci) yang mengantarkan berkas. AKJ menyerahkan secara langsung kepada TPP dengan didampinggi puluhan pengurus cabor yang menjadi mendukungnya. Sedangkan Aci hanya diwakilkan kepada salah satu pendukung atau Tim Suksesnya. 

Dari mengambil formulir pendaftaran sampai pada penyerahan Aci tidak pernah sekalipun hadir secara langsung. Berbeda dengan AKJ, dari pengambilan formulir dan sampai dengan pengembalian langsung dilakukannya sendiri. 

Untuk dua sosok lagi yang digadang-gadang ikut meramaikan bursa Ketum KONI Dumai. Edison dan Vincent Moerghasini sampai batas waktu penutupan tidak terlihat mengantar berkas pendaftaran. Artinya hanya ada dua kandidat siap bertarung untuk proses selanjutnya. Dalam waktu dekat TPP akan melakukan verifikasi apakah berkas para balon memenuhi persyaratan yang telah dirumuskan TPP. 

Diberitakan sebelumnya bahwa kekosongan jabatan posisi Ketum KONI Dumai akibat ditinggalkan Agustiawan. Agustiawan mengundurkan diri dengan alasan kesibukan kerja sehingga merasa tidak optimal untuk memimpin KONI Dumai. Sepeninggal Agustiawan jabatan sementara atau Pelaksana Tugas (Plt) dipegang AKJ yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua I.

Menarik menunggu bagaimana kelanjutan dari proses pencalonan jabatan Ketum KONI Kota Dumai. Penuh intrik dengan segala dinamika, namun yang pastinya Ketum KONI terpilih nanti diharapkan bisa membawa prestasi olahraga di Kota Dumai menjadi lebih baik lagi. 

"Pesan moralnya yang bisa dikutif, dibutuhkan seseorang memimpin KONI Kota Dumai yang benar-benar ingin mengabdi demi prestasi bukan mencari sensasi, keseriusan dapat terlihat dari tahapan-tahapan yang telah berjalan, segala sesuatu tidak baik jika diperoleh dengan cara instan atau dadakan, harus melalui proses yang benar-benar teruji dan terstruktur, siapapun terpilih dialah Putra terbaik Dumai yang menahkodai KONI empat tahun ke depan, semoga saja harapan terkabulkan, ingat jangan sampai memilih kucing dalam karung," pungkasnya akhiri percakapan dengan mengutip sebuah peribahasa lawas.***




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan