Daerah

Pelajar Singapura Tinggal 4 Malam di Pulau Penyengat, Belajar Budaya Melayu hingga Tanam Mangrove

Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG (MR) – Pulau Penyengat kembali menjadi ruang pembelajaran budaya dan sejarah bagi generasi muda internasional. Melalui program kerja sama yang telah berlangsung selama enam kali berturut-turut antara pulaupenyengat.id dan Nusantara Connect Singapore, sejumlah pelajar dari Singapura berkesempatan merasakan langsung kehidupan masyarakat Melayu di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tidak sekadar berkunjung sebagai wisatawan, para pelajar tersebut tinggal selama lima hari empat malam di Pulau Penyengat. Selama berada di pulau bersejarah itu, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengikuti berbagai kegiatan edukatif, serta mempelajari nilai-nilai budaya Melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Pendiri pulaupenyengat.id, Raja Farul, mengatakan program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam kepada para peserta melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat setempat.

“Ini yang keenam kalinya kami laksanakan. Mereka belajar dan menyaksikan langsung adab serta tata krama orang Melayu dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga mengenalkan tradisi dan adat perkawinan Melayu. Keseharian dan tradisi masyarakat di sini justru sangat menarik perhatian mereka,” ujar Farul, Minggu (8/6).

Selain mempelajari sejarah dan budaya Melayu, para pelajar juga mengikuti berbagai kegiatan edukasi lingkungan. Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi adalah penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan pesisir. Mereka juga turut merasakan budaya gotong royong yang masih kuat dijaga oleh masyarakat Pulau Penyengat.

Menurut Farul, program tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan budaya, tetapi juga mendorong para pelajar untuk berpikir kritis melalui kegiatan riset lapangan. Salah satu topik yang dipelajari adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

“Mereka belajar bagaimana sebuah komunitas lokal dapat menjadi motor penggerak pembangunan pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutannya. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para peserta,” katanya.

Farul menilai keberlangsungan program selama enam kali penyelenggaraan menunjukkan adanya kepercayaan dan komitmen yang kuat dari Nusantara Connect Singapore terhadap potensi yang dimiliki Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata edukasi.

Pulaupenyengat.id sendiri merupakan platform dan komunitas yang diinisiasi masyarakat setempat untuk mempromosikan sekaligus melestarikan warisan sejarah, budaya, dan potensi wisata Pulau Penyengat melalui berbagai program berbasis masyarakat.

Sementara itu, Nusantara Connect Singapore merupakan organisasi yang bergerak dalam mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Singapura melalui berbagai program pertukaran budaya serta wisata edukasi.

Farul berharap kerja sama yang telah terjalin tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda kedua negara.

“Program ini sekaligus menegaskan posisi Kota Tanjungpinang sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di kawasan regional, khususnya dalam konteks sejarah peradaban Melayu dan keanekaragaman budaya Nusantara. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dan menjadi wadah pengenalan budaya lintas negara bagi generasi muda,” tutupnya. (Diskomfo)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan