FESTIVAL SYAIR INTERNASIONAL 2023

Untuk Keempat Kalinya, Arni Iswari, Ikut Pecahkan Rekor MURI

Arni Iswari usai menerima rekor MURI saat peluncuran buku syair 2600 halaman yang ditulis 2023 penulis di FESTIVAL SYAIR INTERNASIONAL 2023 yang ditaja Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERUAS) di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, 29-30 Desember 2023

JAKARTA (MR) - Arni Iswari, S.Si, M.Pd, seorang wanita yang berprofesi sebagai guru di SMAN 2 Dumai kembali ikut memecahkan rekor MURI, dengan ikut sebagai penulis buku syair 2600 halaman ditulis oleh 2023 penulis syair.

Rekor MURI ini diserahkan saat peluncuran buku syair tersebut dalam FESTIVAL SYAIR INTERNASIONAL 2023 yang ditaja Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERUAS) di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, 29-30 Desember 2023.

Sekira 700 peserta menghadiri acara ini. Peserta datang dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Tampak dari Malaysia, Presiden Penulis Nasional (Pena) Malaysia Dr  Mohamad Saleh Rahmad, penulis dan penyanyi Roslan Madun, dan lain-lain.

Dihadiri juga perwakilan setiap provinsi yang ada di Indonesia. Serta 5 rektor salah satunya rektor yang ada di provinsi Riau yaitu Universitas Lancang Kuning, Raja Metar Bilad Deli YTAM Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom, M.H, tamu undangan khusus dan keluarga dari peserta yang ingin melihat kegiatan festival syair international ini.

"Rasa mimpi bisa menyelesaikan tulisan syair ini karena jadwalnya diselingi dengan tugas menumpuk mengikuti kegiatan program guru penggerak, tapi alhamdulillah disaat waktu kosong dari tugas guru penggerak disempatkan untuk menulis dan akhirnya selesai juga dan itu tidak lepas dari bimbingan PERUAS yang begitu sabar menghadapi setiap kesalahan yang saya tulis," kata Arni Iswari Senin (1/1/2024). 

Lanjut Bunda Arni, panggilan akrabnya ia pun pada akhirnya berhasil menyelesaikan satu syair yang ber judul "PUTRI TUJUH" dan bisa bergabung di dalam satu buah buku antologi syair yang didalamnya terdapat 2023 penulis di berbagai negara dan berbagai provinsi.

"Saya di bawah koordinator penulis syair dari Riau bapak Nasir dan petunjuk dari pemimpin PERUAS langsung, Asrizal Nur. Rasa bahagia tersendiri saya bisa mendapatkan rekor MURI yang ke empat kalinya dan disaat itu juga saya dinyatakan lulus guru penggerak angkatan 8. Sesuatu yang tidak bisa dilupakan kenangan di bulan desember 2023," Ungkap Bunda Arni. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh perkumpulan rumah ASNUR disingkat dengan PERUAS di laksanakan di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Kegiatan ini meluncurkan buku Syair untuk negeri yang ditulis oleh 2023 penulis yang berasal dari negara Jerman, Amerika, Taiwan, Hongkong, Australia, Malaysia, Singapura , pelajar dari beberapa provinsi dan penulis dewasa  dari beberapa provinsi di Indonesia. 

Kegiatannya memang dipersiapkan sematang-matangnya, panitia begitu berusaha untuk membuat kegiatan berjalan dengan lancar dengan mempersiapkan beberapa kegiatan yaitu penabalan gelar datuk Asrizal Nur, pentas Asnur dan peluncuran album ibu kata, penyerahan piagam MURI, peluncuran buku antologi syair untuk negeri dunia, peluncuran buku antologi syair pelajar Asean.

Juga digelar parade syair untuk negeri, parade rektor bersyair, orasi budaya, visualisasi syair perahu,mars syair, peluncuran album ibu kata, peluncuran buku cara menulis syair, selama dua hari tanggal 29 -30 desember 2023.

"Di rangkaian acara tersebut salah satunya Parade Syair untuk Negeri semua provinsi diwakili 6 orang dan negara lain 6 orang. Nah  saya mengisi kegiatan parade syair untuk negeri ini mewakili Riau bersama rekan saya juga dari Riau,"  Jelas Bunda Arni. 

Guru-guru lainnya yang mengisi parade Syair adalah Siti Rosmawar,S.Ag  dari SMA N 1 Sabak Auh, Siak,  Bismirahayati,S.Pd dari SMA N 1 Sabak Auh, Siak, Robiayatul Adawiyah,S.Pd dari MTs GUPPI Bandar Sungai, Sabak Auh Siak, Eni Huriani, S.Sos dari SDS IT MUTIARA DURI ,dan Yenni Satriani,S.Pd,M.Pd dari SMPN 8 Bathin Solapan.

"Bersama rekan saya ini kami bergantian membacakan syair secara klasik, suasana kegiatan berjalan teratur dengan membagi tempat menjadi dua bagian ditingkat bawah penyair dewasa dan tamu undangan sedangkan ditingkat 2 para pelajar dan keluarga yang hadir ingin menyaksikan kegiatan festival ini," Tuturnya. 

Yang paling menarik, perwakilan setiap daerah dipanggil satu persatu melewati karpet merah dan sesi foto bersama yang rasanya pada saat itu Bunda Arni dan kawan kawan menjadi artis. 

Dalam keberhasilan menulis syair ini Bunda Arni mengucapkan terima kasih kepada PERUAS yang telah mengikutsertakannya menulis, yang membimbing sehingga selesai karya syairnya tak luput juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Arifin Djuddin dan Alberwaneri yang selalu mensuport kegiatan. Juga Arni berterimakasih pada anaknya Citra Lestari yang selalu mengikuti perkembangan dan kegiatan serta memberi masukan.

"Terima kasih juga buat kepala SMAN 2 Dumai bapak Kadri Rahmadi,S.Pd, M.Pd dan seluruh keluarga besar SMAN 2 Dumai, tanpa dukungan dari sekolah saya tak mungkin bisa maju ke depan. Serta tak pernah tinggal orang tua saya kedua bu Heppy Syuryani,S.Pd,M.Si beliaulah awal yang membuat saya maju dan yang selalu mendorong saya untuk berkarya. Juga ,teman suka duka di sekolah Sari Fatimah,S.Pd, Rahmi Peri,S.Pd dan Hasnel, A.Md," katanya lagi. 

Arni berharap kedepannya, bisa meningkatkan budaya menulis baik membuat pantun, puisi, gurindam dan syair melalui guru bahasa indonesia yang ada. Dan bisa juga menghasilkan buku antologi bersama murid-murid khususnya murid SMAN 2 Dumai. 

"Harapan saya budaya menulis lebih diperhatikan oleh instansi terkait baik dalam bentuk dorongan, motivasi maupun akomodasi yang dibutuhkan sehingga minimal tidak hilang melayu di bumi dengan menghasilkan karya karya yang mengenalkan budaya melayu khususnya yang ada di Kota Dumai melalui pantun maupun syair," tutupnya. ***

 




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan