Bawaslu Dumai Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan DPTb dan DPK
DUMAI (MR) - Bertempat di ruang rapat The Zuri Hotel lantai II, Bawaslu Dumai menggelar rapat koordinasi pengawasan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) bagi panwaslu kecamatan se Kota Dumai, (13/9).
Serta memujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas dengan memaksimalkan peran media massa untuk menyebarluaskan Informasi.
Rapat koordinasi ini juga turut diisi oleh beberapa pemateri, diantaranya, Tarmizi, Ap (Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Riau), Siti Khadijah, SE Dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai, Deddy Rinaldi J, S.StP, MiP Sekretaris Disdukcapil Kota Dumai, Serta Yeni Kartini, S.Sos dari Divisi Hukum, Partisi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Dumai.
Pada sambutannya, Agustri, S.H.I., M.E.Sy selaku ketua Bawaslu Dumai mengatakan, bahwa rapat koordinasi ini dan digandengnya media merupakan salah satu bentuk komitmen dari Bawaslu dumai untuk selalu memberikan Sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat.
Selain itu, ini juga merupakan Program kerja rutin dari Bawaslu untuk terus berevaluasi agar dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik.
Agustri juga turut meminta kepada seluruh jajaran Panwas agar selalu bersikap netral, tak lupa, berkaca pada pemilu 2019 silam, Agustri meminta kepada seluruh petugas agar selalu memperhatikan data pemilih.
"Saya meminta kepada seluruh pengawas agar selalu bersikap netral dalam menghadapi seluruh rangkaian pemilu dan saya meminta agar data pemilih juga turut diperhatikan," Ujarnya.
Yeni Kartini, S.Sos dari Divisi Hukum, Partisi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Dumai, pada pemaparan menjelaskan beberapa poin penting, terutama bagaimana cara petugas bisa mendeteksi dini pemilih yang pindah pilih, pemilih khusus yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) atau DPT itu sendiri.
Untuk mencegah terjadinya kecurangan atau kegiatan yang menyalahi aturan dalam Pemilu, Yenni juga berharap partisipasi aktif dari masyarakat.
Menurutnya, masyarakat dengan perekonomian ke bawah masih menjadi sasaran dari tindak kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, serta para ibu rumah tangga, yang mana mereka kurang mendapatkan informasi, dikarenakan keterbatasan waktu yang mereka dapatkan.
"Masyarakat dengan ekonomi ke bawah dan ibu rumah tangga memang menjadi salah satu partisipan yang rentan terhadap hal-hal yang berbau dengan kecurangan, kami akan terus mengupayakan agar informasi dan edukasi kami bisa tersampaikan ke mereka, sehingga mereka bisa lebih bisa cermat dalam menghadapi pemilu nantinya," Ujar Yeni.
Untuk memaksimalkan keikutsertaan para Generasi Z (Gen Z) atau pemilih baru, Yeni bersama timnya juga sudah melakukan beberapa kegiatan dan sudah melakukan sosialisasi.
"Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan dari GMKI untuk memaksimalkan keikutsertaan Gen Z atau pemilih baru, kedepannya upaya yang sama dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten dan program kerja yang sudah dibuat akan terus kita maksimalkan," Tuturnya.
