Riau

MALAYA R & D Lakukan Studi Komparasi ke Pekalongan

Dhery Perdana Nugraha, Saat Bertemu Dengan Staff PUPR Kota Pekalongan

DUMAI (MR) - Malaya Research and Development telah Melakukan Studi Komparasi tentang Penanganan masalah banjir di Pekalongan. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Ilham Marican saat ditemui tim Media,(31/1). Ia menjelaskan bahwasanya salah satu Direktur yang melakukan studi komparasi itu adalah Dhery Perdana Nugraha yang menjabat sebagai Direktur Lingkungan. 

"Studi komparasi selama 14 hari di Pekalongan yang dimulai sejak tanggal 9 Januari 2023 itu adalah untuk menelaah sejauh mana penanganan banjir dan air pasang Rob yang dilakukan," Katanya.

Ditempat yang sama Dhery juga menjelaskan bahwa ia mendapatkan Perintah dari Direktur Eksekutif untuk melakukan studi komparasi, mengingat kondisi kota Dumai dan Pekalongan itu sama, yakni sama-sama mengalami bencana Banjir dan air pasang Rob, akan tetapi penanganan nya berbeda.

Kota Pekalongan, provinsi Jawa Tengah tersebut telah mendapatkan Proyek pengendalian banjir dan air pasang rob dengan anggaran mencapai Rp1,24 triliun mulai dikerjakan. Pengerjaan ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Dimulainya pengerjaan tersebut menyusul penandatanganan kontrak pekerjaan pengendalian banjir dan pasang Rob Sungai Loji-Banger oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Dhery menjelaskan, pekerjaan itu meliputi pengerjaan kolam retensi, pembangunan parapet, pekerjaan bendung gerak, pekerjaan regular gate untuk sistem sungai Loji, normalisasi sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi sungai gabus, dan tanggul rob, pekerjaan pompa dan pekerjaan long storage Sibulanan sepanjang 2 km dan long storage Susukan dan Celumprit.

Ketika ditanya awak media, apakah pihak MALAYA Research and Development akan menyampaikan hasil studi komparasi-nya kepada Pemerintah kota Dumai?

"Tentu kita akan melihat sejauh mana relevansi-nya terlebih dahulu terhadap assessment need yg telah kita lakukan di Dumai. Yah, kita memang diamanahkan oleh negeri ini utk berbuat apa yang bisa, kalau bukan kita siapa lagi," jawab Direktur Eksekutif MALAYA Research and Development Ilham Marican.




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan