Pandemi Covid-19, Begini Kondisi Salon Kecantikan di Dumai
DUMAI (MR) - Sejak resmi dinyatakan sebagai pandemi, Covid-19 langsung mempengaruhi segala sektor. Dikeluarkannya larangan untuk pengadaan acara dalam skala besar seperti pernikahan, pawai dan perpisahan sekolah menyebabkan banyak pihak menanggung kerugian.
Hal ini juga dirasakan oleh pemilik salon kecantikan. Seperti diungkapkan Juli Remi pemilik salon kecantikan Re Beauty Center Dumai di Jalan Panti Asuhan, Bagan Besar.
Juli menjelaskan banyaknya pembatalan job berupa sewa pakaian pawai, jasa make up sampai perawatan harian membuat omset dari salon berkurang sampai 80%. Usaha yang ia rintis selama 10 tahun terakhir, kini menderita kerugian yang cukup besar.
“Biasanya Re Beauty Center dapat menghasilkan Rp 300.000 per hari, namun sekarang untuk mendapatkan 1 pelanggan aja susahnya seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” jelas Juli Remi kepada monitorriau.com (23/04/2020).

Hal ini diperparah dengan adanya pembangun Jalan Tol Dumai-Pekanbaru. Lokasi usaha Juli Remi yang berdekatan dengan pintu masuk jalan tol, membuat akses keluar masuk sulit dijangkau.
“Dalam satu minggu terakhir Re Beauty Center hanya mendapat 1 orang pelanggan anak-anak dengan tarif Rp 10.000, saya menyebutnya sebagai minus 100% dalam perolehan profit,” jelasnya.
Ia membandingkan keadaan Ramadhan tahun lalu dengan tahun ini, jika di Ramadhan tahun lalu Re Beauty Center dapat mengumpulkan sampai dengan Rp 30.000.000, di Ramadhan kali ini ia hanya fokus memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup.
Ia juga sangat menyayangkan lambatnya bantuan dari pemerintah.
“Jangankan bantuan, pendataan saja belum saya dapatkan. Jika memang bantuan ditujukan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, kenapa sampai saat ini belum ada yang mengetuk pintu rumah saya,” sesalnya.
Ia berharap pemerintah dengan segera mengatasi masalah pandemi covid-19 atau paling tidak dapat secepatnya menyalurkan bantuan kepada masyarakat-masyarakat, agar masyarakat dapat terus bertahan hidup di tengah pandemi ini.
Penulis: Ayu Andini (Lembaga Pendidikan Wartawan, PJC Dumai Angkatan II)
