Jembatan Rumbio hingga Candi Muara Takus Jadi Perhatian Pemprov Riau


Dibaca: 91 kali 
Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57:23 WIB
Jembatan Rumbio hingga Candi Muara Takus Jadi Perhatian Pemprov Riau

PEKANBARU (MR) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dalam pertemuan yang membahas sejumlah persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kampar. Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut meliputi penyelesaian Jembatan Rumbio, kondisi SD 007 Sungai Agung, serta pengembangan kawasan Candi Muara Takus.

Dalam pertemuan itu, SF Hariyanto menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan daerah. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jembatan Rumbio yang hingga kini masih terbengkalai dan membutuhkan peninjauan lebih lanjut.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan, nanti kita cek dan lihat ke sana, apa masukannya agar bisa diselesaikan,” ujar Plt Gubri di Kantor Gubernur, Senin (26/10/2026).

Selain persoalan jembatan, pertemuan tersebut juga membahas kondisi SD 007 Sungai Agung yang sempat viral karena fasilitas sekolah dinilai tidak layak. SF Hariyanto menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang memadai.

Pembahasan berikutnya menyangkut tindak lanjut kunjungan Menteri Kebudayaan ke kawasan Candi Muara Takus yang memiliki nilai sejarah penting. Plt Gubri juga menyoroti pentingnya peningkatan akses jalan menuju Candi Muara Takus, termasuk dari pintu keluar jalan tol, agar perjalanan menuju kawasan bersejarah tersebut semakin mudah. 

“Bikin perencanaannya untuk perbaikan jalannya, daerah sekitar Muara Takus juga dimanfaatkan, apakah bisa untuk UMKM atau tempat sembahyang, karena termasuk candi tertua juga,” ungkapnya.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menjawab dengan penjelasan bahwa pembangunan Jembatan Rumbio telah dimulai sejak 2019 dengan pengerjaan sejumlah komponen konstruksi namun pengerjaannya berhenti di tahun pertama. Menurutnya, hingga saat ini sudah terdapat lima titik pondasi yang dibangun serta satu sisi abutmen, sementara rangka jembatan belum tersedia.

Nantinya, proses pengerjaan jembatan akan kembali ditinjau ulang dari segala aspek yang dibutuhkan. Mulai dari pembebasan lahan hingga semua hal yang diminta oleh Plt Gubri.

Di persoalan selanjutnya, Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa SD 007 Sungai Agung merupakan sekolah yang membuka kelas jauh dari gedung inti, tetapi keberadaan kelas tersebut belum dilaporkan kepada pemerintah daerah. Setelah persoalan itu viral dan diketahui publik, pemerintah daerah langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi sekolah serta menyiapkan langkah penanganan awal.

“Bentuk perhatian awal pemerintah, telah kami bangun dua ruang kelas dengan WC-nya, akhir tahun sudah bisa diresmikan,” kata Ahmad Yuzar. 

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk mendirikan sekolah terpisah akan mempertimbangkan perkembangan jumlah murid. Sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan pendidikan masyarakat setempat.

Menanggapi arahan soal Candi Muara Takus, Ahmad Yuzar menyebutkan bahwa kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini sudah cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kampar, lanjutnya, akan mengikuti arahan gubernur dalam menyusun langkah pengembangan kawasan, termasuk mendukung peningkatan aksesibilitas dan pemanfaatan potensi di sekitarnya. (MC RIAU)