Foto: Istimewa DUMAI (MR) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai membuka 522 lowongan kerja dari 27 perusahaan dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (13–14 Oktober 2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan, keterampilan, dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Job Fair 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Pattimura, Kota Dumai, Selasa (13/10/2026), dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Dumai, Hermanto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, Kepala Disnaker Dumai Muhammad Zakir, Sekretaris Disnaker Wan Riko, serta perwakilan perusahaan peserta bursa kerja.
Kepala Disnaker Dumai, Muhammad Zakir, mengatakan Job Fair 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses kesempatan kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara langsung dari perusahaan, sehingga proses pencarian kerja dapat berjalan lebih efektif.
“Job Fair ini merupakan program rutin Disnaker Dumai untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Kami berharap para pencari kerja bisa memperoleh peluang kerja sesuai dengan kemampuan, keterampilan, dan kualifikasi,” kata Zakir.
Pelaksanaan Job Fair 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sedikitnya 1.000 pencari kerja tercatat menghadiri kegiatan tersebut untuk mencari informasi dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.
Bursa kerja ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026). Untuk mendukung kelancaran kegiatan dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta, pelaksanaannya dibagi ke dalam tujuh sesi.
Melalui skema tersebut, para pencari kerja diharapkan dapat mengakses informasi lowongan yang tersedia sekaligus berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan sesuai bidang pekerjaan dan kualifikasi masing-masing.
Kehadiran 27 perusahaan dengan total 522 lowongan kerja dinilai menjadi langkah positif dalam mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja di Kota Dumai.
Selain memperoleh informasi mengenai posisi yang dibutuhkan, peserta juga berkesempatan mengenal persyaratan rekrutmen yang ditetapkan perusahaan. Dengan demikian, pencari kerja dapat menyesuaikan kemampuan dan pengalaman mereka dengan kebutuhan dunia industri dan usaha.
Zakir menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Job Fair tidak hanya diukur dari jumlah perusahaan dan lowongan yang tersedia, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata.
Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar program bursa kerja memberikan manfaat berkelanjutan bagi pencari kerja.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Dumai, Hermanto, berharap Job Fair 2026 dapat menjadi sarana efektif untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses terhadap pekerjaan yang layak.
Menurut Hermanto, keterlibatan aktif perusahaan sangat diperlukan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. Perusahaan diharapkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Dumai dengan tetap memperhatikan persyaratan, kompetensi, dan ketentuan yang berlaku.
“Kita harap makin banyak masyarakat Dumai mendapat kesempatan bekerja. Kami imbau juga perusahaan agar dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan berlaku, termasuk mengenai porsi 70 dan 30 persen tenaga kerja lokal dan luar Dumai,” kata Hermanto.
Ia menilai sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan dukungan perusahaan, keberadaan Job Fair diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap pengurangan pengangguran di daerah.
Pemerintah Kota Dumai juga berharap perusahaan peserta dapat menjalankan proses rekrutmen secara profesional dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, dan persyaratan yang telah ditentukan untuk setiap posisi pekerjaan.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti Job Fair 2026 menunjukkan tingginya harapan pencari kerja terhadap tersedianya lapangan pekerjaan di Kota Dumai.
Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan bursa kerja tersebut karena memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi lowongan dari berbagai perusahaan dalam satu kegiatan.
Masyarakat juga berharap proses seleksi dan rekrutmen dapat berlangsung secara transparan, objektif, serta memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Dengan tersedianya 522 lowongan kerja dari 27 perusahaan, Job Fair 2026 diharapkan dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha sekaligus mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
Pemerintah Kota Dumai berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi yang lebih kuat dengan sektor swasta, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka. (*)