Guna Antisipasi Api di Lahan Gambut, Tim Mabes TNI Tinjau Kesiapan Embung dan Sekat Kanal di Meranti


Dibaca: 118 kali 
Jumat, 11 September 2026 - 13:41:06 WIB
Guna Antisipasi Api di Lahan Gambut, Tim Mabes TNI Tinjau Kesiapan Embung dan Sekat Kanal di Meranti

MERANTI (MR) - Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI terus menggencarkan edukasi dan pencegahan Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Jumat (11/9/2026).

Tim yang dipimpin Kolonel Adm Dayatmoko bersama Letkol Ckm Widodo Nugroho didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh Ricman Sinaga dan tiga personel Babinsa Koramil 06/Merbau.

Dalam kegiatan tersebut, tim bersama Kepala Desa Tanjung Pisang dan masyarakat melakukan pertemuan sekaligus meninjau embung dan memantau sejumlah lahan yang dinilai rawan terjadi Karhutla.

Kolonel Adm Dayatmoko mengatakan, Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Perangkat desa dan masyarakat harus serius dan peduli terhadap persoalan ini,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut perintah Panglima TNI dalam rangka mencegah dan menanggulangi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Menurutnya, salah satu langkah penting dalam menghadapi Karhutla di lahan gambut adalah memastikan ketersediaan sumber air melalui pembangunan kanal dan embung.

“Bagi masyarakat yang membuka lahan perkebunan, jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Lahan gambut mudah terbakar dan apabila sudah terbakar akan sulit dipadamkan,” tegasnya.

Kolonel Adm Dayatmoko juga mengajak masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Menurutnya, kecepatan dalam merespons munculnya titik api sangat menentukan dalam mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kampung halaman dari ancaman Karhutla.

Ia menegaskan bahwa dampak Karhutla dapat merugikan berbagai sektor dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Untuk mencegah Karhutla, kita perlu menyiapkan kanal dan embung sebagai tempat penampungan air. Ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan siap digunakan untuk pemadaman,” katanya.

Ia juga meminta perangkat RT dan RW turut aktif menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

Masyarakat Apresiasi Sosialisasi Mabes TNI

Masyarakat Desa Tanjung Pisang menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan Tim Mabes TNI. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian terhadap upaya pencegahan Karhutla di wilayah desa tersebut.

Perwakilan masyarakat mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai berbagai persiapan yang perlu dilakukan sebelum terjadi Karhutla, termasuk kesiapan peralatan, penanganan kebakaran hingga pengendalian risiko kecelakaan saat berada di lapangan.

Namun, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan dukungan anggaran dan sarana prasarana pemadaman. Di antaranya mesin mini treker dan selang air, mengingat peralatan pemadaman yang tersedia di Desa Tanjung Pisang saat ini masih sangat terbatas.

Selain memberikan sosialisasi, Tim Mabes TNI juga melakukan pengecekan kondisi embung dan sekat kanal sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sumber air dalam mendukung pencegahan dan penanganan Karhutla.

Kegiatan monitoring dan sosialisasi tersebut selesai sekitar pukul 10.05 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.