BOJONEGORO (MR) - Senyum hangat dan suasana kekeluargaan mewarnai kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke- 129 TA 2026 dari Direktorat Pembinaan Teritorial (Dirbinter) Staf Teritorial TNI di Makodim 0813 Bojonegoro, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasev Dirbinter Ster TNI, Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P., untuk meninjau secara mendalam pelaksanaan program terpadu lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kedatangan rombongan disambut penuh kehangatan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto selaku Dansatgas TMMD ke-129, Waaster Kasdam V/Brawijaya, jajaran Forkopimda, perwakilan Polres, Kejari, serta para Kepala OPD Pemkab Bojonegoro.
Bagi Brigjen TNI M. Herry Subagyo, momen ini bukan sekadar tugas dinas biasa, melainkan sebuah ajang napak tilas emosional.
Beliau kembali ke tanah Bojonegoro, wilayah yang pernah dipimpinnya sebagai Komandan Kodim 0813 sekitar satu dekade lalu (10-11 tahun silam).
Dalam pengarahannya, Jenderal Bintang Satu tersebut mengapresiasi kemajuan pesat Bojonegoro serta kokohnya sinergi yang terjalin antara TNI dan Pemerintah Kabupaten.
"Kembali ke Bojonegoro membawa kesan tersendiri. Melalui TMMD ke-129 ini, fokus utama kita adalah membuka keterisoliran kawasan selatan Bojonegoro, khususnya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Kita ingin memastikan infrastruktur jalan, sanitasi, akses pendidikan, serta kebutuhan air bersih warga terpenuhi secara optimal,” ungkap Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P.
Sementara itu, dalam paparan Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, dilaporkan progres signifikan dari berbagai sasaran fisik yang didukung alokasi anggaran APBD Pemkab Bojonegoro senilai Rp 5,65 Miliar, yakni:
Infrastruktur Jalan Cor Beton: Pembangunan jalan di Dusun Kedungpandan (panjang 550 m, lebar 3 m) telah mencapai 89,40%. Sementara itu, pembangunan jalan di Dusun Mundu (panjang 490 m, lebar 3 m) terus dikebut (on progress).
Sanitasi dan Drainase: Pembangunan drainase di Dusun Krebet sepanjang 330 meter telah mencapai 42%.
Rumah Layak Huni: Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) sebanyak 9 unit rumah warga mencatatkan progres bervariasi antara 62% hingga 90%.
Akses Air Bersih: Pembangunan 1 paket sumur bor dan 17 sambungan rumah di Dusun Bekatul telah tuntas 100% dan langsung mengalirkan air bersih ke 250 jiwa (45 KK).
Fasilitas Pendidikan: Rehabilitasi 4 ruang kelas SDN Kesongo 1 (luas 76,46 m²) melaju pesat hingga 93,80%.
Ketahanan Lingkungan: Normalisasi Sungai Afvoer sepanjang 800 m (4.897,5 m²) berhasil dilaksanakan untuk pencegahan banjir dan kelancaran irigasi pertanian.
Program Unggulan Kasad: Pembangunan 4 paket sumur bor dan perpipaan di Desa Drajat dan Gunungsari (Kec. Baureno), Desa Prayungan (Kec. Sumberrejo), serta Desa Pringgi (Kec. Kanor) berada pada progres 46%–58%.
Lebih dari sekadar hitung-hitungan angka dan semen, kekuatan utama TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro terletak pada kehangatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Tak ada batas yang memisahkan. Sebanyak 150 personel Satgas TMMD ke- 129 memilih tidak tidur di dalam tenda-tenda.
Mereka membaur dan menginap langsung di rumah-rumah warga lokal, di mana satu rumah diisi oleh 8 personel TNI.
Uniknya lagi, anggaran uang makan para prajurit dikelola dan dimasak bersama tuan rumah setiap harinya.
Langkah sederhana namun penuh makna ini tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Tak kalah penting, kegiatan non-fisik TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini melibatkan lebih dari 20 Dinas/OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Berbagai program pemberdayaan dihadirkan secara terpadu, mulai dari pelatihan UMKM dan pendampingan izin usaha, penyuluhan kesehatan dan penanganan stunting, pelayanan administrasi kependudukan (Dispendukcapil) on the spot, bantuan sektor pertanian dan peternakan, hingga pembinaan hukum serta Kamtibmas.
Lewat TMMD ke-129, Bojonegoro tidak hanya bersolek lewat pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi sosial dan ekonomi masyarakatnya agar makin tangguh dan sejahtera.