Wibmo Meluncurkan Agentic Risk Intelligence Assistant – Asisten AI untuk Operasi Pencegahan Kejahatan Keuangan
Dibaca: 94 kali
Senin, 22 Juni 2026 - 15:00:27 WIB
Peluncuran ARIA di Mumbai: Agentic Risk Intelligence Assistant dari Wibmo menghadirkan kekuatan AI untuk penanganan operasi penipuan, AML, KYC, dan sengketa.
Platform ini menghadirkan “Agentic Risk Intelligence Under Your Team's Command” yang melakukan transformasi pada operasi penangann penipuan, AML, KYC, dan sengketa bagi lembaga keuangan
MUMBAI, INDIA - NewsVoir - 22 Juni 2026 - Wibmo, perusahaan PayU dan penyedia terkemuka solusi keamanan pembayaran, meluncurkan Wibmo Agentic Risk Intelligence Assistant (ARIA), platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk melakukan transformasi pada operasi penangaann kejahatan keuangan, dalam acara industri unggulannya yang bertajuk 'Securing Digital Payments: Innovation, Intelligence & Trust' yang diselenggarakan di Jio World Convention Centre, Mumbai.
Peluncuran ARIA di Mumbai: Agentic Risk Intelligence Assistant dari Wibmo menghadirkan kekuatan AI untuk penanganan operasi penipuan, AML, KYC, dan sengketa.
ARIA dirancang untuk mendukung tim risiko di bank dan penyedia layanan pembayaran (PSP), dengan menggabungkan analisis berbasis AI serta pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban oleh manusia. Kehadiran solusi ini sangat relevan saat ini, karena tantangan penipuan pembayaran digital menjadi makin kompleks. Seiring pertumbuhan berkelanjutan dalam ekosistem pembayaran, lembaga keuangan berfokus meningkatkan efisiensi risiko operasional sambil tetap mempertahankan tata kelola dan pengawasan yang kuat.
Pemodelan awal menunjukkan bahwa ARIA mampu mengurangi waktu investigasi lebih dari 70 persen melalui agen yang bekerja secara waktu nyata, sehingga tim dapat menangani jumlah kasus yang jauh lebih banyak per karyawan penuh waktu setiap hari. ARIA ditargetkan mampu menghasilkan tingkat ketepatan rekomendasi mendekati 90 persen, yang dirancang untuk meningkatkan indikator mutu di seluruh tim operasi risiko.
ARIA merepresentasikan pergeseran mendasar dalam pendekatan lembaga keuangan terhadap operasi risiko melalui penggunaan agen AI khusus yang mendukung pengumpulan data, analisis, dan penyusunan rekomendasi awal, sambil tetap mempertahankan kewenangan pengambilan keputusan dan kendali tata kelola pada tiap tahap penting.
ARIA menggabungkan kapabilitas investigasi, dukungan pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tindakan operasional. Platform ini mengumpulkan sinyal dari transaksi, model risiko, riwayat pelanggan dan pedagang, transaksi yang saling terkait, serta pola penipuan historis untuk mengotomatiskan proses pengumpulan data yang selama ini menyita banyak waktu analis. Dengan memanfaatkan model AI mutakhir, ARIA menghasilkan kesimpulan yang didukung oleh bukti, mengidentifikasi pola baru melalui penalaran multisinyal, serta memberikan rekomendasi yang transparan dan bisa diaudit. Platform ini juga memungkinkan penyelesaian berbasis prosedur operasional standar, komunikasi dengan pelanggan dan pedagang, pengurangan peringatan palsu, serta mekanisme pertahanan proaktif terhadap anomali yang muncul.
Shailesh Paul, Pejabat Eksekutif Tertinggi, Wibmo, mengatakan, "Seiring makin canggihnya penipuan dan terus berkembangnya tuntutan regulator, tim operasi risiko harus mengelola kompleksitas yang makin tinggi dengan sumber daya yang terbatas. ARIA dirancang untuk membantu lembaga keuangan berkembang secara cerdas melalui perpaduan kecepatan dan kemampuan analisis AI dengan pertimbangan, pengawasan, dan pertanggungjawaban manusia. Meskipun agen AI membantu analisis data dan penyusunan rekomendasi, tetapi tiap keputusan penting tetap sepenuhnya berada di bawah kendali manusia."
Berbeda dengan sistem AI yang sepenuhnya otonom, Agentic Risk Intelligence Assistant dari Wibmo dibangun dengan arsitektur yang mengutamakan tata kelola dan dirancang khusus untuk lembaga keuangan tingkat perusahaan. Tiap rekomendasi tetap melalui mekanisme persetujuan yang sudah ada tanpa tindakan produksi yang berjalan secara otonom, sementara seluruh analisis didukung oleh alur penalaran yang transparan dan jejak audit yang menyeluruh. Platform ini menyatukan berbagai agen khusus untuk penanganan penipuan, AML, KYC, dan sengketa dalam satu kerangka kerja terpadu, disertai audit yang dapat diputar ulang dan jejak operasional lengkap untuk tiap tindakan agen.
Acara peluncuran ini mempertemukan lebih dari 50 pemimpin senior dari sektor perbankan, teknologi keuangan, jaringan pembayaran, dan organisasi teknologi untuk membahas berbagai tantangan yang terus berkembang dalam keamanan pembayaran digital serta masa depan pencegahan penipuan berbasis AI. Para pembicara dari PayU, NPCI Bharat Billpay, Visa, Mastercard, Flipkart, CSB Bank, Jio Payment Solutions, dan Network International turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai pengelolaan risiko penipuan pada layanan akuisisi transaksi, teknologi autentikasi, dan pengambilan keputusan berbasis risiko.
Hashtag: #Wibmo
The issuer is solely responsible for the content of this announcement.
Tentang Wibmo
Wibmo, perusahaan PayU, beroperasi melalui berbagai entitas di India, Amerika Serikat, dan Indonesia. Sebagai perusahaan teknologi pembayaran global dengan layanan menyeluruh serta pemimpin industri dalam keamanan pembayaran dan pembayaran digital di pasar berkembang, Wibmo dikenal atas inovasi dan dampaknya.
Selain menjadi penyedia layanan autentikasi terbesar di India, salah satu pasar pembayaran digital terbesar di dunia, Wibmo juga menawarkan solusi menyeluruh untuk pengelolaan penipuan dan risiko, layanan keuangan digital, solusi prabayar, serta berbagai layanan penerimaan pembayaran oleh pedagang. Ketahui lebih lanjut di: https://wibmo.com/