Rafii Putra Dilantik Jadi Presma ITB Riau Pesisir


Dibaca: 345 kali 
Ahad, 24 Mei 2026 - 13:07:13 WIB
Rafii Putra Dilantik Jadi Presma ITB Riau Pesisir

DUMAI (MR) - Rafii Putra resmi dilantik sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (BEM ITBRP), Sabtu 23 Mei 2026 di Aula Kampus tersebut.

Pelantikan ini  menjadi momentum awal lahirnya semangat baru gerakan mahasiswa di lingkungan kampus.

Presiden Mahasiswa ITB Riau Pesisir, Rafii Putra bersama Wakil Presiden Mahasiswa, Idil Adhadi dan seluruh jajaran pengurus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang telah diberikan.

"Kami juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus, dosen, organisasi mahasiswa, serta seluruh jajaran pengurus yang siap bergerak bersama dalam semangat kolaboratif, berdampak, dan bermanfaat," Katanya kepada media.

Menurutnya pelantikan ini bukan hanya sekedar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang lebih hidup dan bermakna untuk masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Rafii Putra menegaskan bahwa keberadaan BEM ITB Riau Pesisir tidak boleh hanya menjadi formalitas organisasi semata tetapi harus mampu menjadi ruang gerakan yang melahirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa, kampus, maupun masyarakat luas.

Di tengah ketidakpastian global  hari ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang mampu memberikan dampak positif melalui gagasan, pengabdian, dan aksi yang nyata.

"BEM ITB Riau Pesisir sendiri hadir dengan komitmen membangun gerakan mahasiswa yang aktif, solutif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat," Jelasnya lagi.

Lebih lanjut, kami juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk menjaga marwah gerakan sosial dan gerakan mahasiswa dengan landasan moral akademik, intelektualitas, dan kepentingan masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh dicederai oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang mengatasnamakan mahasiswa demi tujuan pribadi maupun kelompok. Menurut kami, tindakan seperti itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap gerakan sosial dan perjuangan mahasiswa itu sendiri.

"Oleh karena itu, kami mengecam keras segala bentuk gerakan yang mencederai nilai-nilai Sosial Masyarakat, serta mengajak mahasiswa untuk tetap menjadi kekuatan moral yang independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat, hari ini dan seterusnya," pungkasnya. ***